Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
bekasi, jawa barat, Indonesia
gak tau
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Produksi dan Jenis-jenis Pasar


Teori Organisasi Umum 2

Tugas 2
Pada tugas softskill yang pertama, saya dituntut untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
                               I.            Apa yang anda ketahui tentang produksi dan fungsi produksi
                            II.            Jelaskan jenis-jenis pasar Monopoli, Oligopoli, Persaingan sempurna.

 Bab I
PRODUKSI

Produksi adalah proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber daya yang ada. Menurut para ahli produksi diartikan sebagai “menghasilkan kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan lingkungan”. Produksi tidak berarti menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-barang menjadi berguna,  disebut “dihasilkan”.
Produksi bisa ditilik dari dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi.  Pembahasan mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek normatif yang banyak dikaji oleh para ahli teori social. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

Prinsip Produksi Dalam Islam

Prinsip fundamental yang harus diperhatikan produksi adalah prinsip kesejahteraan ekonomi. Bahkan dalam sisitem ekonomi kapitalis terdapat seruan untuk memproduksi barang dan jasa yang didasarkan pada asas kesejahteraan ekonomi. Dalam Islam kesejahteraan ekonomi terletak pada kenyataan bahwa hal itu tidak dapat mengabaikan pertimbangan kesejahteraan umum lebih luas yang menyangkut persoalan moral, pendidikan, agama dan banyak hal lainnya. Dalam ilmu ekonomi modern, kesejahteraan ekonomi diukur dengan uang sebagaimana Profesor Pigou Kesejahteraan ekonomi kira-kira dapat didefinisikan sebagai bagian kesejahteraan yang dapat dikaitkan dengan alat pengukuran uang. Karena kesejahteraan Ekonomi modern bersifat materialisme.
Dalam sistem produksi Islam, kesejahteraan ekonomi digunakan dengan cara yang lebih luas. Kesejahteraan Ekonomi dalam Islam terdiri dari bertambahnya pendapatan yang diakibatkan oleh meningkatnya produksi dari hanya barang-barang berfaedah melalui pemanfatan sumberdaya secara maksimum baik manusia maupun benda.
spesifiknya sistem produksi dalam Islam baik dalam Negara Islam harus dikendalikan oleh criteria obyektif maupun subyektif, criteria obyektif akan tercermin dalam bentuk kesejahteraan yang dapat diukur dari segi uang dan kriteria subjektif dalam bentuk kesejahteraan yamg dapat diukur dari segi etika ekonomi yang didasarkan atas perintah-perintah Allah dalam kitab suci Al Qur’an.

FUNGSI PRODUKSI

Aktivitas kerja manusia dalam melakukan produksi yang merupakan sebagai dasar berjalannya roda perekonomian. Dengan melakukan produksi, sendi perekonomian akan tetap berjalan yaitu tetap adanya mata pencaharian yang beruntut pada sektor distribusi dan konsumsi dalam Ekonomi. Sehingga kebutuhan dari manusia akan tetap berjalan yaitu terpenuhinya kebutuhan primer yaitu melakukan konsumsi barang.
Fungsi produksi adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fungsi produksi dan operasi ini dilaksanakan oleh beberapa bagian yang terdapat dalam suatu perusahaan, baik perusahaan itu berupa perusahaan besar, maupun perusahaan itu adalah perusahaan kecil.
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:
ü Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).
ü Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
ü Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
ü Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.

Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan sebagai berikut :”Economic refer to this transformation of resources into goods and services as the production function for all operation systems the general goals is to create some kinds of value added, so that the output are worth more to consumers than just the sun of the individual inputs. " . Jadi fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.
Untuk membuktikan apakah produksi tersebut telah berjalan atau tidak, maka diperlukan suatu pemeriksaan yaitu pemeriksaan manajemen. Program pemeriksaan manajemen pada fungsi produksi yang akan dilakukan adalah perencanaan dan pengendalian produksi, tenaga kerja produksi, fasilitas produksi, dan pelaksanaan proses produksi.

 Bab II

Pasar kerja merupakan sarana tempat pertemuan antara penjual dan pembeli tenaga kerja. Tenaga kerja adalah para pencari kerja dan pembeli tenaga kerja adalah lembaga/perusahaan yang memerlukan tenaga kerja. Jadi di pasar kerja lah yang mengkoordinasikan pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan yang memerlukan tenaga kerja.
Di Indonesia sendiri, penyelenggaraan pasar tenaga kerja ditangani oleh Departemen Tenaga Kerja. Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dapat menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya ke Departemen Tenaga Kerja. Kemudian Depnaker akan mengumumkan kepada masyarakat umum tentang adanya permintaan tenaga kerja tersebut.
Pasar kerja terbagi menjadi 3 jenis yaitu :
a.     Pasar monopoli
b.     Pasar oligopoli
c.      Pasar persaingan sempurna

PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
Karakteristik pasar monopoli:
  • Hanya ada satu produsen
  • Produsen bebas menentukan harga
  • Adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk masuk ke dalam pasar monopoli
  • Output yang besar karena permintaannya banyak
  • Biaya marginal semakin lama semakin menurun, sehingga biaya produksi (AC) makin rendah (decreasing MC dan AC)
Kelebihan Pasar Monopoli
ü  Mampu mengakumulasi laba super normal dalam jangka panjang
ü  Menghasilkan output yang besar melalui peningkatan efisiensi
ü  Mampu meningkatkan investasi ekonomi
ü  Meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengaturan harga dua tingkat ( two tier pricing)
Kelemahan Pasar Monopoli
-         Hilang atau berkurangnya tingkat kesejahteraan konsumen
-         Menimbulkan eksploitasi terhadap konsumen dan pekerja
-         Memburuknya kondisi makroekonomi nasional
-         Membruknya kondisi perekonomian Internasional

PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.
Macam-macam oligopoli:
-       Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
-       Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.
Karakteristik Pasar Oligopoli
  • Sedikit produsen dalam suatu pasar, akibatnya keputusan yang diambil oleh satu produsen akan sangat mempengaruhi produsen yang lain. Oleh karena itu Produsen-produsen yang ada  saling bersepakat untuk melakukan tindakan bersama di dalam menentukan harga dan tingkat produksi
  • Produk yang dihasilkan homogen atau sama, ada 2 tipe, yang pertama adalah produsen barang standar atau bahan mentah, yang ke-dua adalah produsen barang yang berbeda corak, biasanya barang akhir atau barang jadi.
Kelebihan Pasar Oligopoli
ü  Hanya sedikit perusahaan dalam Industri membuat saingan juga menjadi sedikit.
ü  Oligopoli dengan produk difensiasi lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan lawan
ü  Oligopoli dengan produk yang homogen memiliki rintangan masuk ke dalam pasar yang relatif kecil
Kelemahan Pasar Oligopoli
-         Efisiensi hanya dicapai jika perusahaan memproduksi output dalam skala yang sangat besar
-         Pengambilan keputusan yang sangat kompleks karena terdapat kompetisi non harga
-         Membutuhkan kemampuan manajemen yang sangat baik karena kompleksnya persaingan

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna
  • Terdapat banyak penjual dan pembeli di dalamnya artinya tidak hanya satu penjual dan pembeli yang ada di dalam pasar, jadi yang menentukan harga bukanlah pembeli atau penjual, tetapi keseluruhan interaksi antara pembeli dan penjual.
  • Barang yang diperjual belikan homogen (serupa), terkadang pembeli tidak dapat membedakan barang produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya.
  • Perusahaan dapat dengan bebas keluar masuk pasar tersebut, suatu perusahaan bebas menentukan ingin keluar atau memasuki pasar persaingan sempurna karena hampir tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk keluar ataupun masuk ke pasar tersebut.
Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna
ü  Harga Jual barang dan jasa adalah yang termurah
ü  Jumlah Output Paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal)
ü  Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen)
ü  Tidak takut ditipu dalam kualitas harga (informasi sempurna)
Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna
-       Kelemahan dalam hal asumsi
-       Kelemahan dalam pengembangan teknologi
-       Konflik efisiensi keadilan
Refrensi :
-                    Produksi
-                   Pasar
    http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-pasar-persaingan-sempurna/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Ekonomi


Teori Organisasi Umum 2
Tugas 1
Pada tugas softskill yang pertama, saya dituntut untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
                               I.            Sebutkan dan jelaskan macam-macam system ekonomi.
                            II.            Apa yang dimaksud dengan permintaan dan penawaran.
                         III.            Apa yang anda ketahui tentang hukum permintaan dan penawaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Bab I
Sistem Ekonomi
          Pengertian sistem ekonomi secara teoritis merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Sedangkan menurut pendapat Gilarso sistem ekonomi adalah keseluruhan cara untuk mengordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari. 
          Terdapat empat macam sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang yang sesuai dengan situasi kondisi serta ideologi negara yang bersangkutan. Keempat macam-macam sistem ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:
1.     Sistem Ekonomi Tradisional.
2.     Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando.
3.     Sistem Ekonomi Pasar.
4.     Sistem Ekonomi Campuran.

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor produksi dengan  pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada faktor alam dan diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional:
1.     Aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan.
2. Kehidupan masyarakatnya dan teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana.
3.     Kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan.
4.     Modal sedikit.
5.     Transaksi jual beli dengan cara barter.
6.     Kegiatan produksi bergantung pada alam dan tenaga kerja.
7.     Hasil produksi terbatas.

2. Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Pada sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan ekonomi sangat dominan.
Semua permasalahan perekonomian yang meliputi what, how, dan for whom semuanya dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat. Sehingga menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi ditentukan oleh pemerintah.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat:
1.     Semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat.
2.     Kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) diatur oleh Negara.
3.     Semua alat produksi dikuasai oleh Negara.

3. Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana pengaturan kegiatan perekonomian didasarkan kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi antara permintaan dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, di antaranya sebagai berikut:
1.     Individu bebas untuk memiliki faktor-faktor produksi.
2.     Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
3.     Peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil.
4.     Hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan.
5.     Kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan dan keadaan pasar.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando. Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi dimana kehidupan perekonomian dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran:
1. Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari pemerintah.
2. Kebebasan bagi individu untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
3.     Kepentingan umum lebih diutamakan.
4.  Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
5.     Pelaku ekonomi terdiri atas individu, pemerintah dan swasta.

Bab II
Permintaan Dan Penawaran
Permintaan berasal dari konsumen sedangkan penawaran berasal dari produsen. Kurva permintaan mempunyai sifat kemiringan negatif, dan kurva penawaran memiliki kemiringan positif. Bila kurva ini digabungkan, maka kita akan mendapatkan satu titik potong. Titik potong antara kedua kurva inilah yang disebut dengan titik keseimbangan atau titik ekuilibrium. Pada titik ini keinginan penjual dan pembeli mencapai titik temu, sehingga kedua belah pihak memiliki kepuasan. Dengan kata lain titik ini menunjukkan harga pasar yang disepakati, yang disebut juga dengan harga keseimbangan atau harga ekuilibrium.

1. Permintaan (Demand)
Permintaan adalah kegiatan ekonomi yang menunjukan jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh pembeli atau konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu. Produsen mempunyai tujuan untuk menjual barang atau jasa dalam jumlah yang sebanyak mungkin dengan harga yang setinggi mungkin. Ada banyak hal yang mempengaruhi munculnya kebutuhan tersebut seperti adat istiadat, agama dan kepercayaan, alam dan peradaban. Kebutuhan permintaan setiap konsumen tidaklah sama.

2. Penawaran (Supply)
Penawaran adalah kegiatan ekonomi yang menunjukan jumlah barang dan jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual atau produsen, pada berbagai tingkat harga, dan pada periode tertentu. Konsumen menginginkan harga serendah mungkin, namun juga ingin mendapatkan barang atau jasa sebanyak mungkin.

Bab III
Hukum Serta Faktor-Faktor Permintaan Dan Penawaran

1. Permintaan (Demand)
A. Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan :
1.     Harga barang itu sendiri.
2.     Harga barang subtitusi (pengganti).
3.     Harga barang komplementer (pelengkap).
4.     Jumlah pendapatan.
5.     Selera konsumen
6.     Perkiraan

B. Hukum Permintaan :
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.
Dengan demikian hukum permintaan berbunyi: “bila harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun. Bila harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik”. Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

2. Penawaran (Supply)
A. Faktor – faktor yang mempengaruhi Penawaran :
1.     Harga barang itu sendiri.
2.     Harga barang pengganti.
3.     Teknik produksi.
4.     Kemajuan teknologi.
5.     Pajak.
6.     Harga sumber produksi.
7.     Perkiraan

B. Hukum Penawaran
Semakin tinggi harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi: “bila harga naik, jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik. Sedangkan bila harga turun, jumlah barang yang di tawarkan juga akan turun”. Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Refrensi :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS