Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
bekasi, jawa barat, Indonesia
gak tau
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Uang


Teori Organisasi Umum 2

Tugas 4
Pada tugas softskill yang ke-empat, saya dituntut untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
I.                   Apa itu Uang dan Jenis Uang
II.                Apa yang anda ketahui dengan Bank Sentral dan Bank umum
III.             Sebutkan kebijakan-kebijajan moneter yang telah dilakukan oleh pemerintah

    Bab I
Pengertian Uang
          Dalam ilmu ekonomi tradisional : Uang didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Dalam ilmu ekonomi modern : Uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.
          Dengan adanya uang dapat menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah disbanding dengan barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan system perekonomian karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Uang Kartal
          Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang mempunyai hak  untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.

Jenis Uang
Jenis Uang Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya :
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang, yaitu :
·        Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :
-       Dikeluarkan oleh pemerintah.
-       Dijamin oleh undang undang.
-       Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya.
-       Ditanda tangani oleh mentri keuangan.
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
·        Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
-       Dikeluarkan oleh Bank Sentral.
-       Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral.
-       Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia).
-       Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
Jenis Uang Menurut Bahan Pembuatnya :
A. Uang logam
          Uang logam terbuat dari emas atau perak karena memenuhi syarat-syarat uang yang efesien dan tidak mudah musnah. Harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya yang merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki dua macam nilai.
       i.            Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang. Beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang yaitu Tahan lama dan tidak mudah rusak.
     ii.            Nilai Tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah kerupuk, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan sepiring nasi goreng).
B. Uang Kertas
          Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya.
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Ada 2(dua) macam uang kertas :
o   Uang Kertas Negara yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
o   Uang Kertas Bank yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral.
Beberapa keuntungan penggunaan uang dari kertas di antaranya :
-         Penghematan terhadap pemakaian logam mulia.
-         Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
-         Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang.
-         Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar.
C. Uang Giral
          Uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992. Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah.
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
·        Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang.
·        Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan.
·        Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.
D. Uang Kuasi
          Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

 Bab II
          Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank Sentral
          Bank sentral adalah institusi yang bertugas untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dikenal dengan inflasi atau turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang.
          Kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang, dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang.
Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia, tugasnya:
·        Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
·        Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat

     Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:
-       Bank sirkulasi, mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
-       Nanker’s bank, bank sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
-       Lender of last resort, BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).

Bank Umum
          Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya. Fungsi bank umum yaitu:
1.     Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindah bukuan (kliring).
2.     Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran.
3.     Mengumpulkan dana simpanan masyarakat/yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain melalui penyaluran kredit atau membeli surat berharga. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
4.     Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
5.     Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box).
6.     Menciptakan kredit. Dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya
7.     Pemberian jasa-jasa lainnya. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Perbedaan bank sentral dan bank umum, yaitu :
Bank Sentral:
-       Lembaga yang tidak mencari keuntungan
-       Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah
-       Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank
-       Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank
-       Mengeluarkan uang kertas dan uang logam
-       Tidak memiliki saingan
-       Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan
-       Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan 
Bank Umum:
-       Merupakan badan usaha yang mencari untung 
-       Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
-       Diawasi dan dibina oleh bank sentral
-       Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral
-       Hanya dapat menciptakan uang giral
-       Melakukan persaingan antar bank
-       Harus memiliki rekening pada bank sentral
-       Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum

 Bab III

Kebijakan Moneter
     Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1.     Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar.
2.     Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :
  a)     Kesempatan Kerja
Semakin besar gairah untuk berusaha, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi.
  b)    Kestabilan Harga
Apabila kestablian harga tercapai maka akan menimbulkan kepercayaan di masyarakat.
  c)     Neraca Pembayaran Internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter.

Kebijakan yang pernah dilakukan pemerintah, yaitu :
-       Pelepasan pagu kredit
-       Kebebasan bagi bank-bank, terutama bank pemerintah untuk menentukan kebijakan kreditnya, termasuk penentuan tingkat suku bunga
-       Pengenalan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
-       Menambah/mengurangi uang yang beredar
-       Menahan Inflasi
-       Mencapai pekerja penuh/lebih sejahtera
-       Mengeset standar bunga pinjaman
-       Menyeimbangkan pembayaran internasional
-       Menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan dll
Selain kebijakan di atas ada beberapa kebijakan moneter yang dapat dilakukan pemerintah seperti: 
a.
Devaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan nilai rupiah terhadap mata uang asing.
b.
Revaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menaikkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing.
c.
Sanering adalah kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral dengan cara pengguntingan (pemotongan) uang. Hal ini dilakukan untuk menyehatkan kembali nilai uang yang sudah jatuh. Pemerintah Indonesia pernah melakukan kebijakan sanering pada tahun 1950an.

Refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Uang
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jenis-jenis_uang&oldid=4931966
-      

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendapatan


Teori Organisasi Umum 2

Tugas 3
Pada tugas softskill yang pertama, saya dituntut untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut :
I.                   Jelaskan pengertian dan konsep pendapatan
II.                Apa yang anda ketahui dengan Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
III.             Apa saja masalah-masalah dan keterbatasan dalam perhitungan PDB

   Bab I

PENDAPATAN

          Pendapatan adalah salah satu tujuan didirikannya sebuah usaha dimana menjadi sesuatu yang sangat penting dalam setiap perusahaan.Tanpa ada pendapatan mustahil akan didapat penghasilan atau earnings. Dengan memperhatikan jumlah pendapatan, akan diketahui apakah suatu usaha tersebut mendapatkan untung atau malah rugi.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi pendapatan menurut beberapa ahli :
-       IKATAN AKUNTAN INDONESIA
Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan.
-       NISWONGER
Pendapatan adalah jumlah yang ditagih kepada pelanggan atas barangataupun jasa yang diberikan kepada mereka.
-       ALBERTUS ONG
Pendapatan adalah hasil dari aktivitas bisnis, seperti pendapatan sewa atau penjualan.
-       RUSSEL SWANBURG
Pendapatan adalah pemasukan dari penjualan produk dan pelayanan.
-       KEYNES
Pendapatan adalah determinan primer dari seberapa banyak orang yang memilih untuk mengkonsumsi . 
-       WIBOWO & ABUBAKAR A
Pendapatan merupakan kenaikan harta perusahaan yang disebabkan oleh adanya transaksi dengan pihak ketiga.
-       T WAHYUDI DKK
Pendapatan merupakan penjumlahan dari masing-masing efek pada industry.
-       KUSWANDI
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul akibat aktivitas normal perusahaan selama satu periode arus masuk itu mengakibatkan kenaikan modal (ekuitas) dan tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

 KONSEP PENDAPATAN
Ada 2 konsep tentang pendapatan yaitu sebagai berikut:
1.     Konsep Pendapatan yang memusatkan pada arus masuk (inflow) aktiva sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan. Pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai inflow of net asset.

2.     Konsep Pendapatan yang memusatkan perhatian kepada penciptaan barang dan jasa serta penyaluran konsumen atau produsen lainnya, jadi pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai outflow of good andservices.

          Jika pendapatan dirumuskan dengan cara lain maka pengecualian harus dinyatakan dengan jelas, misalnya pendapatan diakui sebelum arus masuk aktiva benar-benar terjadi. Konsep dasar pendapatan yang diungkapkan oleh Patton dan Littleton dinamakan sebagai produk perusahaan yang menekankan bahwa pendapatan merupakan arus yaitu penciptaan barang dan jasa oleh perusahaan.

   Bab II

METODE PRHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

                Pendapatan nasional merupakan total pendapatan faktor produksi, atau total pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi, yakni tenaga kerja, modal, dan tanah. Untuk lebih memahami apa itu pendapatan nasional kita akan mempelajari beberapa metode perhitungan pendapatan nasional yang akan kita bahas satu persatu di antaranya:
1.     Pendekatan/Metode Produksi (Produk Domestik Bruto/PDB)
          Berdasarkan metode ini pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. Dengan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan setiap nilai tambah (value added) proses produksi di dalam masyarakat (warga negara asing dan penduduk)  dari berbagai lapangan usaha suatu negara dalam kurun waktu satu periode (biasanya satu tahun).
          Komponen-komponen pendapatan nasional yang termasuk dalam penghitungan dengan metode produksi di antaranya :
·        Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
·        Pertambangan dan penggalian
·        Industri pengolahan
·        Listrik, gas, dan air minum
·        Bangunan
·        Perdagangan, hotel, dan restoran
·        Pengangkutan dan komunkasi
·        Bank dan lembaga keuangan lainnya
·        Sewa rumah
·        Pemerintahan dan pertahanan
·        Jasa-jasa

              Hasil produksi dari setiap lapangan usaha tersebut dijumlahkan dalam satu tahun lalu dikalikan harga satuan masing-masing. Maka rumusnya adalah:
                                                     Y=(Q1.P1)+(Q2.Q2)+…(Qn.Pn)

                        K eterangan:
                        Y = Pendapatan nasional (Produk Domestik Bruto)
                        Q = Jumlah barang
                        P = Harga barang

2.     Pendekatan/Metode Pengeluaran (Produk Nasional Bruto/PNB)
          Berdasarkan metode pengeluaran, pendapatan nasional adalah penjumlahan seluruh pengeluaran yang dilakukan seluruh pelaku ekonomi (rumah tangga, perusahaan, pemerintah, masyarakat luar negeri) di dalam suatu negara selama periode tertentu (satu tahun). Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda. 
          Komponen-komponen yang termasuk pendapatan nasional menurut metode pengeluaran adalah sebagai berikut :
·        Rumah tangga dengan jenis pengeluaran Konsumsi (Consumption/ C ).
·        Perusahaan dengan jenis pengeluaran Investasi ( Investment/ I ).
·        Pemerintah dengan jenis pengeluaran, Pengeluaran Pemerintah ( Government Expenditure/ G ).
·         Masyarakat luar negeri dengan jenis pengeluaran Ekspor – Impor (Export – Import/ X-M ).

               Dengan Y sebagai Produk Nasional Bruto, maka maka didapat rumus sebagai berikut :

Y = C + I + G + (X – M)


                        *) Jika PNB (GNP) tersebut dibagi jumlah penduduk, akan menghasilkan pendapatan per kapita.          
             
3.     Pendekatan/Metode Pendapatan (Pendapatan Nasional/PN)
          Pendapatan nasional menurut pendekatan ini adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi (rumah tangga) yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu. Lebih jelasnya dapat dilihat komponen-komponen pendapatan nasional menurut metode pendapatan yaitu berikut :
·        Alam dengan sewa (rent/ r ) sebagai balas jasa
·        Tenaga kerja dengan upah/gaji (wage/ w ) sebagai balas jasa
·        Modal dengan bunga (Interest/ i ) sebagai balas jasa
·        Skill Kewirausahaan  (Entrepreneurship) dengan laba (profit/ p )

Dalam rumus dapat akan tampak sebagai berikut:

Y = r + w + i + p
*) Hasil penghitungan pendapatan nasional (Y) dengan metode ini disebut Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI).


   Bab III

Masalah dan Keterbatasan Produk Domestik Bruto (PDB)

              Semua negara di dunia menghitung PDB untuk kinerja perekonomiannya. Walaupun begitu , data PDB perlu dilihat secara hati-hati karena ada beberapa hal yang tidak dapat diakomodasikan sehingga tidak dapat menjadi satu-satunya indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan suatu negara .

     Masalah PDB
              Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB .

     Keterbatasan Perhitungan PDB
-       Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
     Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Kelemahan dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan.
              Faktor utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan. Walaupun distribusi pendapatan di USA relatif  baik, tetapi belum sempurna untuk membuat seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada tahun 1996, sekitar 46% aset finansial  dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
-       Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
     Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat, kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi, kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan, kondisinya makin meningkat.
     Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung..
     Jadi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding negara-negara miskin.
-       PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
·        Jumlah dan komposisi penduduk :
Bila jumlah penduduk makin besar maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.
·        Jumlah dan struktur kesempatan kerja :
Jika kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern (industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
·        Faktor-faktor nonekonomi :
Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.
-       Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economi)
     Angka statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Di negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya sangat besar.

Refrensi :
-         Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS