* Penemuan-penemuan baru
* Petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* Terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
* Peperangan dengan negara lain
* Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
PENGERTIAN BUDAYA
HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN SISTEM INFORMASI
PERBEDAAN PRESENT PERFECT TENSE DENGAN SIMPLE PAST TENSE
| Perbedaan | PRESENT PERFECT TENSE | SIMPLE PAST TENSE |
| Explanation (penjelasan) | The present perfect tense is used to talk about a past time, which has very strong meaning for the present. (present perfect tense digunakan untuk berbicara tentang waktu di masa lalu, yang memiliki arti yang sangat kuat untuk saat ini). | The simple past tense is used to talk about actions that happened at a specific time in the past. You state when it happened using a time adverb.( Simple past tense digunakan untuk membicarakan tindakan yang terjadi pada waktu tertentu di masa lalu. Kamu menyatakan ketika itu terjadi menggunakan keterangan waktu). |
| Formula (rumus) | Verb = S + have/has + v3 + O Adjective = S + have/has + been + adj | Verb = S + v2 + O Adjective = S + to be (was/were) + adj |
| Example (contoh) | Riri has seen rainbow (besides informing riri activity (when the sentence is pronounced) is also an explanation that riri has seen a rainbow. Activity that occurs when the sentence is pronounced and has finished on the spot). (selain menginformasikan aktifitas riri (saat kalimat diucapkan) juga ada penjelasan bahwa riri sudah melihat pelangi. Aktifitas itu terjadi saat kalimat diucapkan dan sudah selesai saat itu juga). | Riri saw rainbow yesterday (only gives information on what activities are done riri. There is not explained whether riri already completed or still see the rainbow. Activities that occur before sentence is pronounced (this morning, last night, yesterday, etc). (hanya memberi informasi aktifitas apa yang dilakukan riri. Disana tidak dijelaskan apakah riri sudah selesai atau masih melihat pelangi. Aktifitas itu terjadi sebelum kalimat diucapkan (tadi pagi, semalam, kemarin, dll) |
| Time synal (keterangan waktu) | Not followed by a description that states the time when the events completion. (tidak diikuti dengan keterangan waktu yang menyatakan kapan kejadian tersebut selesainya). | Followed by a description of time stating that the incident occurred at a time when past (for example, last week, last year, yesterday, this morning, etc.). (diikuti oleh keterangan waktu yang menyatakan bahwa kejadian tersebut terjadi diwaktu lampau (misalnya,last week,last year,yesterday,this morning,dll). |
PENGERTIAN DAN HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Minat dan kebiasaan menyelidiki sesuatu yang terjadi di sekitarnya dan di luar lingkungannya
2. Kesadaran pada pola nilai yang dianut.
3. Dapat memikirkan kembali nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterima dengan penuh tanggung jawab dan menolak nilai-nilai yang dirasa tidak dapat dibenarkan.
Istilah Ilmu Budaya dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin Humanus yang bisa
diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan halus.
ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tari, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalam pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.
Untuk mengetahui Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar yaitu:
1.Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.
2. Ilmu-ilmu Sosial (social science)
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
3. Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran mereka.
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan oleh manusia. Dalam sosialogi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahan yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Kritik:
Peraturan itu memang ada untuk dilanggar, entah dari mana petuah itu berasal. Namun petuah tersebut memang sudah tertanam dalam kehidupan kita. Contoh sederhana adalah saat kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Sebagian besar penduduk Jakarta membuang sampah di sungai ciliwung, tidaklah mengherankan bila sungai ini selalu menjadi sumber banjir di kota Jakarta. Karena terlalu banyak sampah yang menumpuk pada sungai ciliwung, orangpun dapat berjalan pada tumpukan sampah yang mengapung tersebut. Ciliwung adalah sungai terkotor nomor satu didunia. Padahal sering kita jumpai slogan “buanglah sampah pada tempatnya”, namun kata-kata tersebut sering kita abaikan.
Saran :
Mulailah menaati peraturan dari hal yang paling kecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Seperti yang kita ketahui bahwa Negara jepang adalah negara yang paling bersih, bukan Belanda, bukan Amerika, bukan Australia. Parameter nomor satunya adalah toilet umum. Jalan-jalan di perkotaan pun bersih dari sampah, tertata rapi dan asri. Bayangkan jika Jakarta seperti Negara jepang, pasti tidak akan terjadi banjir di kota Jakarta.
Kritik :
Dalam bergaul sering kali kita abaikan etika dan etiket dalam pergaulan. Sering kita jumpai kasus pembunuhan terhadap teman sekolah atau lebih parah lagi kasus pembunuhan terhadap sesama tetangga. Kasus perang saudarapun kini marak terjadi di negri ini. Kasus tersebut terjadi karena mereka tidak mengetahui cara interaksi yang benar dalam pergaulan.
Saran :
Mulailah untuk mengutamakan etika dan etiket dalam pergaulan. Kendalikan emosi dalam situasi, dan dapat menguasai diri anda. Maka akan terciptalah suasana yang damai tanpa ada perselisihan.
Refrensi :
Widyo Nugroho, Achmad Muchji ; Ilmu Budaya Dasar ; Gunadarma, Jakarta, 1994.
http://www.narenciel.co.cc/2011/01/sistem-koloid.html
http://www.w4kg3ng.co.cc/2009/10/tinjauan-tentang-ilmu-budaya-dasar.html
http://irfanrahman.wordpress.com/2010/05/16/penerapan-ilmu-budaya-dasar-dalam-kehidupan-manusia/
http://puturistik.blogspot.com/2010/03/pengertian-ilmu-budaya-dasar-dalam.html
http://www.emonskyline.co.cc/2010/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/peraturan-pemerintah-jepang-tentang-sampah






