Pengikut

Mengenai Saya

Foto Saya
bekasi, jawa barat, Indonesia
gak tau
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Loading...

PENGERTIAN KESUSASTRAAN




Sastra berasal dari bahasa Sanskerta sastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" ialah sebuah jenis tulisan yang memiliki arti ataupun suatu keindahan tertentu. Menurut salah seorang penulis sastra yang bernama Goenawan Mohamad "Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin”.

Ada bermacam-macam definisi tentang kesusastraan. Hal itu karena banyak definisi yang tidak memuaskan. Definisi-definisi yang pernah ada kurang memuaskan karena disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya :
-          Pada dasarnya sastra bukanlah ilmu, sastra adalah cabang seni. Seni sangat ditentukan oleh faktor manusia dan penafsiran, khususnya masalah perasaan, semangat, kepercayaan.
-          Orang ingin mendefinisikan terlalu banyak sekaligus. Seperti diketahui, karya sastra selalu melekat dengan situasi dan waktu penciptaannya. Karya sastra tahun 1920-an tentu berbeda dengan karya sastra tahun 1966.
-          Orang ingin mencari definisi ontologis tentang sastra (ingin mengungkap hakikat sastra). Karya sastra pada dasarnya merupakan hasil kreativitas manusia. Kreativitas merupakan sesuatu yang sangat unik dan individual.
-          Orientasinya terlalu kebarat-baratan. Ketika orang mencoba mendefinisikan kesusastraan, orang cenderung mengambil referensi dari karya-karya barat. Padahal belum tentu karya sastra Barat sesuai untuk diterapkan pada karya sastra Indonesia.
-          Biasanya terjadi percampuran antara mendefinisikan sastra dan menilai bermutu tidaknya suatu karya sastra. Definisi mensyaratkan sesuatu rumusan yang universal, berlaku umum, sementara penilaian hanya berlaku untuk karya-karya tertentu yang diketahui oleh pembuat definisi.

Beberapa definisi yang pernah diungkapkan orang :
o   Sastra adalah seni berbahasa.
o   Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam.
o   Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa.
o   Sastra adalah inspirasi kehidupan yanag dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.
o   Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona.
o   Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.
o   Sesuatu dapat disebut teks sastra jika:
·         Teks tersebut tidak selalu disusun untuk tujuan komunikatif praktis atau sementara waktu.
·         Teks tersebut mengandung unsur fiksionalitas.
·         Teks tersebut menyebabkan pembaca mengambil jarak.
·         Bahannya diolah secara istimewa.
·         Mempunyai keterbukaan penafsiran.

Menurut Luxemburg (1992:4-6) beberapa ciri yang selalu muncul dari definisi-definisi yang pernah diungkapkan antara lain :
a.       Sastra merupakan ciptaan atau kreasi, bukan pertama-tama imitasi.
b.      Sastra bersifat otonom (menciptakan dunianya sendiri), terlepas dari dunia nyata.
c.       Sastra mempunyai ciri koherensi atau keselarasan antara bentuk dan isinya.
d.      Sastra menghidangkan sintesa (jalan tengah) antara hal-hal yang saling bertentangan.
e.      Sastra berusaha mengungkapkan hal yang tidak terungkapkan.


Refrensi :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Poskan Komentar